KIBS I, 22—25 Agustus 2001

Tergusurnya Komunitas Sunda

Juniarso Ridwan

Tak dapat dipungkiri, bahwa tuntutan kebutuhan lahan yang tinggi untuk keperluan pembangunan kawasan perumahan dan industri menyebabkan terjadinya perubahan orientasi penataan ruang dan bergesernya fungsi ruang secara besar-besaran, yaitu semakin menciutnya kawasan pertanian. Dalam hal ini penataan ruang berjalan secara dinamis untuk mewadahi proses perkembangan masyarakat. Pada Pelita V pembangunan rumah sederhana dan rumah sangat sederhana mencapai 350.000 unit, sedangkan pada Pelita VI ditetapkan 600.000 unit. Sedangkan untuk rumah kategori mewah, tersebar di berbagai daerah strategis (sesuai ketentuan, untuk 6 unit rumah sangat sederhana boleh dibangun 3 unit rumah sederhana dan 1 unit rumah mewah). Untuk wilayah Jawa Barat saja, menurut data REI (Real Estate Indonesia) terdapat lebih dari 700 lokasi perumahan, dengan luas kawasan mulai dari 5 hektar sampai ratusan hektar.

Munculnya kebutuhan lahan yang besar bagi pembangunan kawasan perumahan dan industri, merupakan indikator meningkatnya laju pertumbuhan penduduk yang juga merangsang upaya penanaman modal di sektor properti. Booming di sektor properti ini juga dipicu oleh kemudahan pihak perbankan menyediakan kredit lunak, akibat limpahan dana yang demikian besar dan sulit disalurkan.

Kenyataan itu sangat dirasakan oleh daerah-daerah yang berdekatan dengan Jakarta. Berbagai kegiatan yang berpusat di Jakarta, mulai dari kegiatan pemerintahan, ekonomi dan budaya, dengan sendirinya akan menjadi faktor penarik bagi peningkatan laju pertumbuhan penduduk, yang dampaknya mengimbas ke arah daerah-daerah di sekitarnya, atau paling tidak terhadap daerah-daerah yang memiliki akses langsung dengan Jakarta seperti halnya Bandung, Karawang dan Purwakarta (dengan adanya akses Tol Jagorawi dan Tol Cikampek). Proses itu juga telah mendorong tumbuhnya kota-kota baru berikut pembangunan berbagai elemen penunjangnya, baik fasilitas komersial berupa pusat-pusat perbelanjaan maupun fasilitas olahraga (kolam renang, lapangan golf, dan sebagainya). Pengembangan lahan berlangsung cepat, dengan luas areal yang mampu menyediakan unsur-unsur perkotaan secara lengkap dan terpadu, yang mencakup perumahan, tempat usaha, sarana sosial dan umum serta tempat untuk kelangsungan bekerja. Proses akumulasi dan pertumbuhan sektor properti berlangsung secara terus menerus, sejalan dengan munculnya kebutuhan masyarakat dan berbagai fasilitas lainnya yang berkaitan dengan pengadaan rumah.

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III