Di sekitar Gunung Halimun termasuk wilayah selatan Bogor, Sukabumi, dan Banten masih ada masyarakat yang hidup secara adat, melaksanakan apa yang mereka sebut sebagai tatali paranti karuhun. Mereka tidak menutup diri dari pengaruh luar, hidup mengelompok dalam kampung-kampung kecil di ketiga daerah tersebut. Berladang dan bersawah serta mengumpulkan hasil hutan merupakan pekerjaan sehari-hari yang erat kaitannya dengan ekosistem hutan. Sistem pengelolaan lingkungan hutan yang dilakukannya, sesungguhnya sejalan dengan logika modern yang tampak dari pemahaman mereka terhadap hutan. Sistem politik, ekonomi dan sosial yang dianutnya sejalan dengan pandangan kosmis dan dukungan karakteristik ekosistem, di mana berbagai upacara adat yang menyertainya dalam berbagai awal kegiatan sebagai upaya memelihara ketertiban sosial. Agaknya, kemampuan mereka mengelola lingkungan hutan dan mengeksploitasinya secara hati-hati dapat dipandang sebagai "kearifan tradisi" yang dapat dimanfaatkan saat ini dalam mengembangkan model pengelolaan hutan yang bersifat partisipatif dalam pendekatan sustainable human development.