Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui kesiapan "urang Sunda" dalam menghadapi era global di masa kini dan masa depan. Untuk mengetahui gambaran tersebut bagian kecil dari masyarakat Sundakomunitas masyarakat Sunda di masa depan, yakni anak-anak usia SLTP diambil subjek. Melalui Hadis Nabi, Islam mengajarkan "Didiklah anak-anakmu, sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, bukan untuk zamanmu". Dengan kata lain, fokus masalahnya adalah bagaimana kesiapan komunitas ini dalam menghadapi era global di masa kini dan masa depan, khususnya berkenaan dengan kemampuan mereka mengakses informasi.
Hal yang melatarbelakangi masalah tersebut adalah kondisi empirik komunitas masyarakat Idonesia dalam konteks global yang berada pada urutan kedua dari belakang atau berada pada urutan ke-26 dari 27 negara yang diteliti dalam hal kemampuan membaca. Padahal, peradaban global mensyaratkan bahwa kemampuan memprediksi masa depan hanya akan tercapai bila masyarakatnya sudah menjadi masyarakat literat, yakni masyarakat yang sanggup menyerap, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi informasi tercetak sebelum mengambil keputusan berdasarkan kemampuan nalar dan intuisinya.
Untuk memecahkan masalah tersebut, tulisan ini didukung oleh hasil penelitian lapangan berkenaan dengan kemampuan baca masyarakat Sunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan baca siswa SLTP di Kabupaten dan Kota Bandung sangat rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhinya di antaranya adalah kebiasaan (kegiatan) membaca belum tercipta, pengalaman membaca sangat sedikit, dan penguasaan bahasa dan kemampuan mengidentifikasi komposisi karangan sangat rendah. Di samping itu, bahan bacaan yang diperuntukkan bagi mereka belum memadai, yakni tingkat keterbacaannya sangat rendah dan tidak ada satu pun bahan bacaan yang berbicara atau berlatarkan kultur Sunda sehingga pewarisan budaya Sunda melalui jalur ini tidak berlangsung.
Dalam kaitannya dengan otonomi daerah, peluang untuk menciptakan "urang Sunda" yang beridentitas Sunda dan berwawasan global menjadi mungkin bila masyarakatnya mampu mengakses pemerolehan informasi dengan baik. Yang diharapkan di masa depan adalah masyarakat Sunda yang mampu merespons dan mengusai perkembangan ilmu.