Banyak pendekatan yang diberikan oleh para ahli untuk memberikan pengertian tentang kota. Salah satu di antara pendekatan tersebut adalah pendekatan fungsional yang dilakukan oleh Noel P. Gist dan L.A. Halbert. Menurut Noel P. Gist dan L.A. Halbert, pada dasarnya setiap kota memiliki karakter dan ciri khas tersendiri. Namun demikian, tidak ada satu kota pun yang hanya menjalankan satu fungsi saja. Kalaupun kemudian Gist dan Halbert membuat suatu klasifikasi kota atas dasar fungsi yang dijalankannya, maka hal itu hanya dilakukan untuk mengetahui fungsi paling dominan yang dijalankan sebuah kota. Atas dasar pendekatan fungsional, Gist dan Halbert membagi kota atas enam kategori besar, yaitu, kota pusat produksi, kota pusat perdagangan, kota pusat politik pemerintahan, kota pusat budaya, kota tempat peristirahatan dan rekreasi, dan kota yang memiliki berbagai jenis fungsi. Masih dengan pendekatan yang relatif sama, tetapi dengan sudut pandang berbeda, T.G. McGee, berdasarkan studinya atas kota-kota di Asia Tenggara, melakukan penggolongan kota atas tiga kelompok besar, yaitu, kota-kota pribumi yang agraris, kota pusat dagang pribumi, dan kota pusat kekuasaan kolonial.
Pendekatan lain untuk memahami kota dilakukan oleh Robert Redfield dan M.B. Singer. Berdasarkan peranannya dalam proses perubahan kebudayaan, Redfield dan Singer membagi kota atas empat kategori, yaitu: kota pemerintahan dan kebudayaan, kota perdagangan pribumi, kota metropolis, dan kota administrasi modern. Kota yang ternasuk kategori pertama adalah kota-kota yang berperan dalam memajukan, mengembangkan, dan memperluas kebudayaan dan peradaban lokal yang telah lama terbentuk. Kota yang termasuk dalam kategori dua, tiga, dan empat, adalah kota-kota yang berperan secara tidak langsung dalam proses kebudayaan. Salah satu peran tersebut dicirikan oleh keberadaan kota sebagai tempat hunian orang-orang yang berasal dari kebudayaan yang berbeda-beda yang telah jauh dari tempat kebudayaan aslinya.
"Anekaragam Bahasa Prasasti di Jawa Barat Abad ke-6 Masehi sampai ke-16 Masehi: Kajian tentang Munculnya Bahasa Sunda" (1991), "Prof. Boechari dan Penelitian Epigrafi Indonesia", Jurnal Arkeologi Indonesia No.1 (1992), "Dapunta Hiyam Sri Jayanagara: Kajian Atas Makna Berdasarkan Prasasti Telaga Batu" (1993), "Jayadewata (1482-1521 Masehi) dalam Prasasti Kebantenan: Kajian tentang Kabuyutan pada Masyarakat Sunda" (1994), "Kalang di dalam Prasasti-Prasasti Mataram Kuna: Identifikasi Nilai Budaya Masyarakat Jawa, Berkala Arkeologi (2000).