Pendapat yang menyatakan bahwa kebudayaan Sunda bernilai dan layak untuk dipelihara bukan saja diungkapkan dalam wacana, melainkan juga dalam bentuk tindakan. Di dalam pembicaraan maupun tulisan, dengan mudah kita menemukan wacana sekitar pentingnya pemeliharaan itu. Sebagian besar pendukung pendapat ini biasanya termasuk generasi tua atau setengah baya. Mereka terbagi dua pula. Pertama, yang sikapnya terutama dipengaruhi oleh perasaan, yaitu oleh nostalgia yang cenderung menyebabkan orang menganggap bahwa masa lampau (ketika mereka masih muda ) senantiasa lebih baik dan lebih indah daripada masa kini. Sedang di masa lampau itu kebudayaan Sunda relatif masih lebih `utuh'. Kedua, adalah mereka yang sikapnya memang didukung oleh nalar dan pemahaman terhadap faal dan watak kebudayaan serta pentingnya pemeliharaan kebudayaan umumnya. Di dalam bentuk tindakan , pendapat ini diungkapkan di antaranya dalam kebijakan pemerintah (pusat maupun daerah) yang mencantumkan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional maupun Daerah (APBN dan APBD). Masyarakat sendiri melalui lembaga-lembaga swadaya atau organisasi-organisasi mandiri mengambil prakarsa untuk melakukan upaya-upaya ke arah pemeliharaan kebudayaan itu.
Namun, di samping dan bersamaan dengan pandangan dan sikap tersebut kuat pula kecemasan dan anggapan seakan-akan upaya pemeliharaan itu akan sia-sia. Hal itu disebabkan bukan semata-mata oleh kenyataan bahwa generasi muda sudah semakin terasing dari warisan budaya suku mereka, melainkan juga karena lingkungan dan suasana dewasa ini tidak menguntungkan bagi upaya pemeliharaan itu. Unsur-unsur kebudayaan Sunda merupakan bagian yang sangat kecil, kalaupun ada, di dalam kurikulum sekolah-sekolah pemerintah. Sementara itu media massa dibanjiri oleh unsur-unsur kebudayaan asing di dalam volume dan frekuensi yang meminggirkan bukan saja kebudayaan Sunda melainkan juga (bahkan) kebudayaan Indonesia.
Makalah ini, di satu pihak, bermaksud mengemukakan secara lebih menukik mengapa nilai-nilai kebudayaan Sunda perlu diselamatkan, dirawat dan diwariskan. Sedangkan di lain pihak , makalah ini akan membahas dengan lebih saksama sumber-sumber kecemasan tadi. Kemudian akan disarankan pula bagaimana seyogyanya penyelamatan dan perawatan serta pewarisan kebudayaan Sunda itu dilaksanakan, serta sarana apa saja yang diperlukan untuk penyelenggaraannya.