Dosen di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran
Ésai-ésai Muhammad Rustandi Kartakusuma berbicara tentang agama, filsafat, bahasa, film, pemerintahan, pendidikan, sastra, seni, dan bidang umum. Berbagai téma ésainya menunjukkan adanya keunikan. Gagasan-gagasan yang dimilikinya disampaikan dengan bervariasi. Ada yang disampaikan secara serius, ada juga yang secara bercanda. Di dalam ésainya ada kritikan dan juga pujian. Kritikan disampaikannya dengan cara halus dan juga provokatif atau kasar dan berlebihan. Pada pihak lain, pujian yang disampaikannya kepada seseorang kadang berlebihan juga.
Secara kualitatif ésai-ésai Muhammad Rustandi Kartakusuma yang bervariasi itu ujung-ujungnya menuju kepada kebudayaan. Sejak muda hingga tua, dia kokoh pada pendiriannya. Menurut pandangannya, kebudayaan Indonésia jangan berkiblat ke Barat, melainkan menapak kepada kebudayaan sendiri. Pada pihak lain, orang Indonésia harus modérn dengan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dari budaya lain.
Lebih banyak ésai kebudayaan Muhammad Rustandi Kartakusuma berisi pesan untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Menurutnya, generasi muda Indonésia harus saling menghargai kebudayaan daérah untuk menuju kebudayaan Indonésia.
Muhammad Rustandi Kartakusuma selalu merasa bangga kepada orang luar Sunda (apalagi jika bangsa lain) yang mencintai kebudayaan Sunda. Karena itu, menurutnya, orang Sunda selain harus mencintai budaya Sunda, juga harus mencintai budaya étnis lain. Dengan perkataan lain, Muhammad Rustandi Kartakusuma menginginkan orang Sunda yang modérn dan orang modérn yang menyunda.
The essays of Muhammad Rustandi Kartakusuma talk about religion, philosophy, language, film, government, education, literature, arts, and public areas. Various themes of his essay indicates uniqueness. He has written the ideas with a variable. There are presented seriously, and as a joke. In his essay there are criticim and praise. Criticism conveyed in more subtle ways as well as provocative or harsh and excessive. On the other hand, conveyed a compliment to someone sometimes exaggerated, too.
In qualitative, Muhammad Rustandi Kartakusuma essay’s varying the edges toward the culture. From young to old, he’s strong on his stance. In his view, not necessarily of the Indonesian culture to the West., but to tread his own culture. On the other hand, people of Indonesia must be modern by adding insight and knowledge of other cultures.
More cultural essays Muhammad Rustandi Kartakusuma contain the messages for the younger generation as the succesor to the nation. According to him, the young generation of Indonesia must be mutual respect for local culture to the culture of Indonesia.
Muhammad Rustandi Kartakusuma always feel proud to outsiders Sundanese (especially if other nations) who love the Sundanese culture. Therefore, according to him, but to love the Sundanese culture. Therefore, according to him, the Sundanese not only must love Sundanese culture, but must also love other etnic cultures. In other words, Muhammad Rustandi Kartakusuma want to the Sundanese be modern and modern people are Sundanese.