KIBS II, 19—22 Desember 2011

Ésai-Ésai Kebudayaan Sunda: Tinjauan Kritis Mengenai Pemikiran M. Rustandi Kartakusuma

Abdul Hamid

Dosen di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran

Ésai-ésai Muhammad Rustandi Kartakusuma berbicara tentang agama, filsafat, bahasa, film, pemerintahan, pendidikan, sastra, seni, dan bidang umum. Berbagai téma ésainya menunjukkan ada­nya keunikan. Gagasan-gagasan yang dimilikinya di­sam­paikan dengan bervariasi. Ada yang disam­paikan secara serius, ada juga yang secara ber­canda. Di dalam ésainya ada kritikan dan juga pu­jian. Kritikan disampaikannya dengan cara halus dan juga provokatif atau kasar dan berlebihan. Pada pihak lain, pujian yang disam­paikannya kepada seseorang kadang berlebihan juga.

Secara kualitatif ésai-ésai Muhammad Rustandi Kartakusuma yang bervariasi itu ujung-ujungnya me­nuju kepada kebudayaan. Sejak muda hingga tua, dia ko­koh pada pendiriannya. Menurut pan­dangannya, ke­budayaan Indonésia jangan berkiblat ke Barat, melainkan menapak kepada kebudayaan sendiri. Pada pihak lain, orang Indonésia harus mo­dérn dengan me­nam­bah wawasan dan ilmu pengetahuan dari budaya lain.

Lebih banyak ésai kebudayaan Muhammad Rustandi Kartakusuma berisi pesan untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Menurutnya, gene­rasi muda Indonésia harus saling menghargai kebudaya­an daérah untuk menuju kebudayaan Indonésia.

Muhammad Rustandi Kartakusuma selalu me­rasa bangga kepada orang luar  Sunda (apalagi jika bangsa lain) yang mencintai kebudayaan Sun­da. Karena itu, menurutnya, orang Sunda selain ha­rus mencintai budaya Sunda, juga harus men­cintai budaya étnis lain. Dengan perkataan lain, Muhammad Rustandi Kartakusuma me­nginginkan orang Sunda yang modérn dan orang modérn yang menyunda.

 

The essays of Muhammad Rustandi Kar­takusuma talk about religion, philosophy, language, film, govern­ment, education, literature, arts, and public areas. Various themes of his essay indicates uniqueness. He has written the ideas with a variable. There are presented seriously, and as a joke. In his essay there are criticim and praise. Cri­ti­cism conveyed in more subtle ways as well as provocative or harsh and excessive. On the other hand, con­veyed a com­pliment to someone sometimes exag­gerated, too.

In qualitative, Muhammad Rustandi Karta­kusu­ma essay’s varying the edges toward the cul­ture. From young to old, he’s strong on his stance. In his view, not necessarily of the Indonesian culture to the West., but to tread his own­ culture. On the other hand, people of Indonesia must be modern by adding insight and knowledge of other cultures.

More cultural essays Muhammad Rustandi Kartakusuma contain  the messages for the younger generation as the succesor  to the nation. According to him, the young generation of Indonesia must be mutual respect for local culture to the culture of Indonesia.

Muhammad Rustandi Kartakusuma always feel proud to outsiders Sundanese (especially if other nations) who love the Sundanese culture. Therefore, according to him, but to love the Sundanese culture. Therefore, accor­ding to him, the Sundanese not only must love Sundanese culture, but must also love other etnic cultures. In other words, Muhammad Rustandi Kartakusuma want to the Sundanese be modern and modern people are Sundanese.

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III