KIBS II, 19—22 Desember 2011

Membaca Sanghyang Sasana Maha Guru Membuka Khazanah Kebudayaan Sunda Kuna

Aditia Gunawan

Filolog naskah Sunda di Perpustakaan Nasional RI

Sanghyang Sasana Maha Guru (selanjutnya SSMG) adalah sebuah téks prosa Sunda Kuna yang berasal dari masa pra-Islam. Sejauh ini ditemukan ada dua naskah yang mengandung téks SSMG. Naskah pertama berasal dari Perpustakaan Nasional RI, Jakarta dengan nomor kropak 621. Sementara naskah yang satunya berasal dari Kabuyutan Ciburuy dengan kode kropak 26. Naskah yang disebut pertama keadaannya lebih baik dan lebih lengkap diban­dingkan dengan naskah yang kedua. Ditulis dalam helaian daun lontar, dengan aksara dan bahasa Sunda Kuna, naskah SSMG memberikan gambaran yang cukup luas dan sistematis tentang konsep keagamaan yang dianut oleh masyarakat Sunda Kuna sekitar abad ke-16.

Dalam tulisan ini akan dipaparkan beberapa informasi penting yang terkandung dalam SSMG terkait dengan sejarah kebudayaan Sunda Kuna, yaitu: (1) konsépsi keagamaan (2) konsépsi sastra, dan (3) kehidupan masyarakat Sunda Kuna yang terkan­dung dalam téks.

Konsépsi keagamaan yang terkandung dalam SSMG cukup kaya, mencakup 49 bab tentang ajaran agama yang harus diikuti oléh seorang pengabdi darma. Uraian keagamaannya pun dapat melengkapi data-data dari sumber sezaman yang selama ini tidak lengkap, seperti uraian tentang dasakalesa, dasamala, caturupaya, dan lain-lain.

Dalam téks SSMG ini pula ditemukan istilah sastra berikut jenis-jenisnya dalam uraian tentang dasawredi. Sastra menurut téks SSMG berarti tulisan, dan masing-masing tulisan diklasifikasi berdasarkan alas tulis dan fungsi tulisannya. Kajian terhadap dasawredi akan memberikan gambaran tentang sastra pada periode ketika téks ini dihasilkan.

Uraian bentuk prosa téks SSMG memberikan keleluasaan bagi pengarang untuk melakukan perluasan pada bagian-bagian tertentu dalam téks. Itu memberikan data yang cukup banyak tentang kehidupan masyarakat Sunda Kuna. Contohnya adalah informasi tentang étika bermasyarakat, jenis-jenis penyakit, mata pencaharian, kesenian, dan lain-lain.

Ketiga poin kajian di atas kiranya akan menjadi sum­bangan informasi yang berharga tentang sebuah periode yang cukup gelap dalam kebudayaan Sunda.

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III