Dari sekitar 80 jenis makanan Sunda, lebih dari 65% terbuat dari tumbuh-tumbuhan, sedang sisanya terbuat dari ikan dan daging. Sehingga, setelah ada penambahan bumbu yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, maka nilai organoleptik (antara lain rasa dan aroma) makanan akan menjadi lebih menarik. Juga, kandungan gizi dan nutrisinya sangat baik untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Serta, lebih jauhnya lagi, akan dapat menghindari, mengatasi dan bahkan menyembuhkan berbagai jenis penyakit berbahaya.
Penyiapan bahan-bahan menjadi makanan, dilakukan secara fisik (ditumbuk, dicampur, dimasak), secara kimia (penambahan asam cuka), atau secara biologis (proses fermentasi, baik secara alkoholik misal pada pembuatan tape, ataupun secara non-alkoholik, misal pada pembuatan asinan)
Yang menjadi kendala mengapa makanan Sunda tidak dapat mendunia seperti halnya Kentucky Fried Chicken, Hamburger, Pizza, Ommelet, Hotdog, Jimsum, Tempura dan sebagainya, karena sepenuhnya belum ada sentuhan dan kreativitas seni serta budaya dalam bentuk pengemasan, pemberian hiasan, penyajian dan pola hidang, seperti halnya makanan-makanan yang saat ini sudah menguasi pangsa pasar dunia tersebut.