Ketua Umum ASPENSI, Dosen Sejarah UPI, dan Ketua Redaksi TAWARIKH:
International Journal for Historical Studies dan ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan
Visi sebuah pérs di Indonésia, khususnya surat kabar, biasanya sangat ditentukan oléh kebijakan dan kepentingan Pemimpin Umum dan atau Pemimpin Redaksinya. Apa saja yang dikemukakan oléh pérs itu – sebagaimana nampak dalam sajian berita (news) dan pandangan-pandangannya (views) – bagaimanapun tidak bisa dilepaskan dari policy dan visi yang dimiliki oléh Pemimpin Umum dan atau Pemimpin Redaksinya. Makalah ini mau mengkaji surat kabar Pikiran Rakyat (PR) di Bandung, terutama ketika dipimpin oléh Atang Ruswita, dari tahun 1980-an hingga 2000-an. Dengan menganalisis tulisan-tulisan Atang Ruswita (AR), makalah ini menunjukkan bahwa dalam menyampaikan kritik-kritik sosialnya, PR di bawah AR bersikap sineger tengah, yakni suatu pandangan dan sikap yang modérat, halus, dan sopan. Pilihan sikap AR itu bukannya tanpa rujukan dalam nilai-nilai keislaman dan kesundaan. Menurut AR, Islam mengajarkan tabayyun atau check and re-check serta berkata dan bersikap baik pada orang lain; manakala dalam kontéks budaya Sunda, prinsip silih asuh, silih asih, dan silih asah mesti diimpleméntasikan dalam sebuah struktur nilai kekeluargaan di mana para anggotanya saling membina dan mengingatkan atas dasar kasih sayang.