KIBS II, 19—22 Desember 2011

Dakwah Islam nu Napak dina Budaya Sunda

Asép Saeful Muhtadi

Guru Besar Ilmu Komunikasi di Fak. Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Sebagai prosés sosialisasi ajaran, dakwah Islam telah meléwati perjalanannya selama ratusan tahun. Jika dihitung sejak awal kedatangannya di Nusantara pada abad XIII, hingga saat ini dakwah Islam telah berusia sekitar delapan ratus tahun. Dalam rentang waktu itulah, melalui usaha dakwah yang dilakukan para pendahulu, Islam pun tiba di Tatar Sunda. Islam kemudian menjadi “pribumi” setelah melakukan berbagai dialog produktif antara nilai-nilai yang telah lama tersedia dengan nilai-nilai baru yang melekat dengan ajaran. Pergumulan kebudayaan di antara keduanya pun tidak bisa dihinbdari.

Dari perjalanannya yang panjang seperti itu, prosés dakwah telah memperlihatkan sekurang-kurangnya dua fénomena penting. Pertama, Islam menjadi agama yang dipeluk oleh mayoritas masyarakat Tatar Sunda. Dari sekitar 43 juta penduduk Jawa Barat saat ini, sekitar 40 juta di antaranya pemeluk Islam. Kedua, dibandingkan dengan daérah-daérah lain di Indonésia, masyarakat Muslim Pasundan juga memperlihatkan corak keberagamaannya yang khas, modérat, égaliter, dengan sedikit warna sinkrétik yang ditunjukkan dalam bentuk upacara-upacara ritual.

Secara sederhana, kenyataan tersebut dapat dipandang sebagai hasil dari prosés penyebaran Islam yang dilakukan melalui pendekatan-pendekatan yang diduga kuat amat berbéda dengan pendekatan penyebaran Islam di kawasan lainnya. Hasilnya, sebuah potrét masyarakat Muslim yang amat menarik untuk didiskusikan. Berbagai kebudayaan yang kini menjadi khazanah masyarakat Pasundan memperlihatkan warna keislaman yang cukup kental. Demikian pula sebaliknya, Islam yang diréprésentasikan para pemeluknya di Tatar Sunda memperlihatkan sebuah gambaran keberagamaan yang sarat muatan kebudayaan lokal, sejauh tidak bertentangan dengan prinsip ajaran.

 Makalah  ini akan mengélaborasi prosés dakwah dengan memusatkan perhatian pada dinamika persentuhan ajaran Islam dengan budaya Sunda yang telah berhasil melahirkan tatanan masyarakat réligius nyunda dan urang Sunda yang réligius.

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III