Arsitek, Pengajar di Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Makalah ini mengajukan usulan yang berkenaan dengan cara menelusuri jejak arsitéktur Sunda, dengan pendekatan yang oléh M.Foucault disebut archaeology. Adapun titik-tolaknya adalah keyakinan bahwa yang disebut sebagai arsitéktur Sunda itu sudah lama terlempar ke masa silam dalam keadaan tercerai-berai, berupa serpihan dan potongan yang berada dalam berbagai lapisan yang berbeda.
Dengan demikian langkah pertama menelusurinya adalah dengan mengikuti saran F.Braudel, yaitu melihat keseluruhan serpihan dan potongan tersebut sebagai sebuah struktur. Akan tetapi, struktur tersebut bersifat tiga dimensional karena serpihan dan potongan tadi berada dalam berbagai lapisan yang berbéda. Karena itu penelaahan atas struktur tiga diménsional tersebut akan berbéda pula; bukan sebagaimana dilakukan oléh para pencetus, pengikut, dan penerus strukturalisme, melainkan dengan pendekatan archaeology yang dikemukakan oléh M.Foucault tersebut di atas.
Dengan pendekatan tersebut akan diperoléh sebuah skéma struktur tiga diménsional berupa wacana yang menghubungkan berbagai serpihan dan potongan pengetahuan mengenai arsitéktur Sunda, untuk selanjutnya diperlakukan sebagai sebuah médan pengetahuan (field of knowledge) guna membangkitkan kembali arsitektur Sunda.