KIBS II, 19—22 Desember 2011

Pergulatan Persatuan islam (Persis) dalam Dakwah di Tatar Sunda (Kajian terhadap Majalah Sunda Iber sebagai Media Dakwah Berbahasa Sunda)

Dadan Wildan

Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara RI

Pada permulaan abad ke-20, di zaman pemerintahan kolonial, muncul berbagai organisasi Islam di Indonesia, antara lain Syarikat Islam, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Jam’iyyat Khair, dan Nahdhatul Ulama. Di Bandung, lahir organisasi Persatuan Islam (Persis) pada tanggal 12 September 1923, dan tampil menjadi sebuah organisasi pembaharuan Islam yang bersemboyan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Berbeda dengan organisasi lain yang berdiri pada awal abad ke-20, Persis mempunyai ciri tersendiri, kegiatannya dititikberatkan pada pembentukan faham keagamaan. Salah satu upaya  pembentukkan faham keagamaan, Persis melakukannya dengan menerbitkan berbagai majalah, salah satunya Majalah Sunda Iber yang terbit pada tahun 1967 dan tetap bertahan hingga sekarang. Kehadiran Iber memberi sumbangan besar dalam melestarikan Bahasa Sunda. Para da’i yang berdakwah di tatar Sunda banyak menggunakan rujukan dari Iber.Sebagai majalah dakwah berbahasa Sunda, tentu merupakan prestasi yang mengagum­kan  bagi  Iber karena di tengah berbagai keterbatasan­nya, dapat  terbit selama 44 tahun. Lebih dari empat dasawarsa, Iber dapat bertahan terbit, selain karena loyalitas para pelanggannya, juga mengemban misi dakwah yang mulia. “Teruskeun anaking, Iber ulah pegat, sing jadi shadaqah jariyah”.

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III