Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara RI
Pada permulaan abad ke-20, di zaman pemerintahan kolonial, muncul berbagai organisasi Islam di Indonesia, antara lain Syarikat Islam, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Jam’iyyat Khair, dan Nahdhatul Ulama. Di Bandung, lahir organisasi Persatuan Islam (Persis) pada tanggal 12 September 1923, dan tampil menjadi sebuah organisasi pembaharuan Islam yang bersemboyan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Berbeda dengan organisasi lain yang berdiri pada awal abad ke-20, Persis mempunyai ciri tersendiri, kegiatannya dititikberatkan pada pembentukan faham keagamaan. Salah satu upaya pembentukkan faham keagamaan, Persis melakukannya dengan menerbitkan berbagai majalah, salah satunya Majalah Sunda Iber yang terbit pada tahun 1967 dan tetap bertahan hingga sekarang. Kehadiran Iber memberi sumbangan besar dalam melestarikan Bahasa Sunda. Para da’i yang berdakwah di tatar Sunda banyak menggunakan rujukan dari Iber.Sebagai majalah dakwah berbahasa Sunda, tentu merupakan prestasi yang mengagumkan bagi Iber karena di tengah berbagai keterbatasannya, dapat terbit selama 44 tahun. Lebih dari empat dasawarsa, Iber dapat bertahan terbit, selain karena loyalitas para pelanggannya, juga mengemban misi dakwah yang mulia. “Teruskeun anaking, Iber ulah pegat, sing jadi shadaqah jariyah”.