KIBS II, 19—22 Desember 2011

Peran Media Televisi Lokal dalam Memasyarakatkan Bahasa dan Budaya Sunda di Jawa Barat

Dede Mulkan

Ketua Program Fikom Unpad Kampus Bandung

Kehadiran televisi lokal di Jawa Barat, pasca la­hirnya UU No. 32/2003 tentang Penyiaran, te­lah membawa dampak yang luar biasa bagi perkembangan pertelevisian lokal di Jawa Barat dan Kota Bandung. Media televisi lokal kini hadir mewar­nai keberadaan televisi nasional yang ada di Jakarta.

Semestinya kehadiran sejumlah stasiun televisi lokal di Kota Bandung dan Jawa Barat itu bisa membawa angin segar bagi perkembangan bahasa dan budaya Sunda. Karena salah satu karakteristik penting dari televisi lokal adalah adanya materi lokal dalam berbagai program siaran yang ditayangkannya. Belum lagi dengan keberadaan  Stasiun Televisi Publik milik pemerintah, yakni TVRI Jabar dan Banten, yang sudah terlebih dahulu hadir di tengah-tengah publik Jawa Barat.

Mengapa kehadiran media televisi lokal, bisa dijadikan sebagai potensi dalam pengembangan bahasa, budaya dan tradisi Sunda agar bisa tetap lestari, tak hilang ditelan jaman. Seperti kita maklumi, bahwa media massa memiliki dampak yang luar biasa di dalam memberikan pengaruh kepada khalayaknya. Lewat media inilah perilaku masyarakat “dibentuk” dan “diciptakan”  mengikuti perkembangan jaman yang sedang terjadi. Berbagai teori menyebutkan bahwa pengaruh media massa bagi masyarakat (audience) memang luar biasa besarnya.

Bila Jawa Barat pada umumnya dan Kota Bandung pada khususnya, kini disemarakkan dengan kehadiran media televisi lokal, lalu mengapa potensi yang ada di depan mata ini tidak kita berdayakan untuk dijadikan sebagai media dalam pemasyarakatan, pelestarian dan pengembangan bahasa, budaya dan tradisi Sunda yang begitu luhur. Mengapa para budayawan Sunda, para Tokoh Sunda, Para Inohong Sunda tidak melirik media  televisi lokal sebagai salah satu upaya pelestarian bahasa dan budaya Sunda yang kian hari kian tergerus jaman. Dan mengapa para pengelola Stasiun Televisi Lokal tidak merasa terpanggil untuk segera menjadikan medianya sebagai salah satu wadah (laboratorium) bagi pengembangan bahasa dan budaya Sunda ke depan, agar budaya Sunda tidak hilang ditelah jaman.[]

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III