Ketua Harian DPD HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Jawa Barat
Di negeri ini, petani mestinya tampil sebagai penikmat pembangunan. Para petani inilah yang memberi makan orang-orang kota. Tanpa petani, dapat dibayangkan bagaimana sekitar 230 juta jiwa penduduk Indonésia akan memperoléh pangan pokoknya. Oléh karena itu, suatu kekeliruan besar jika kita tidak memberi perhatian yang serius terhadap para petani. Masalahnya adalah apakah kita akan réla menyaksikan para petani selalu terjerat dalam lingkaran kemiskinan yang tak berujung pangkal ? Rélakah kita mendengar kesan bahwa para petani pantas disebut sebagai korban pembangunan? Dan sampai sejauh mana kita mampu menjadikan petani berubah nasib ? Ya... Tugas kita bersama untuk memberikan solusi cerdasnya, khususnya bagi meréka yang telah berikrar untuk menjadi pembela kaum tani.
Gerakan Multiaktivitas Agribisnis atau lebih populér dengan istilah Gemar, pada hakékatnya merupakan program nyata yang diharapkan mampu membuka peluang kesempatan kerja di perdesaan yang pada giliran nya nanti diharapkan pula bakal meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam tataran yang lebih nyata, terutama setelah adanya évaluasi terhadap pelaksanaannya di lapangan, terdapat beberapa hasil yang menggembirakan diantaranya: adanya peningkatan pendapatan, adanya penyerapan tenaga kerja, adanya peningkatan kapasitas manajerial (petani, gapoktan, aparatir dan LKM).