KIBS II, 19—22 Desember 2011

Gerakan Multiaktivitas Agribisnis: Pendekatan Memajukan Pertanian Orang Sunda di Tengah Keterbatasan Lahan

Entang Sastraatmadja

Ketua Harian DPD HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Jawa Barat

Di negeri ini, petani mestinya tampil sebagai penikmat pembangunan. Para petani inilah yang memberi makan orang-orang kota. Tanpa petani, dapat dibayangkan bagaimana sekitar 230 juta jiwa penduduk Indonésia akan memperoléh pangan pokoknya. Oléh karena itu, suatu kekeliruan besar jika kita tidak memberi perhatian yang serius ter­hadap para petani. Masalahnya adalah apakah kita akan réla menyaksikan para petani selalu terjerat dalam lingkaran kemiskinan yang tak berujung pangkal ? Rélakah kita mendengar kesan bahwa para petani pantas disebut sebagai korban pembangunan? Dan sampai sejauh mana kita mampu menjadikan pe­tani berubah nasib ? Ya... Tugas kita bersama untuk memberikan solusi cerdasnya, khususnya bagi meréka yang telah berikrar untuk menjadi pembela kaum tani.

Gerakan Multiaktivitas Agribisnis atau lebih populér dengan istilah Gemar, pada hakékatnya merupakan program nyata yang diharapkan mampu membuka peluang kesempatan kerja di perdesaan yang pada giliran nya nanti diharapkan pula bakal meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam tataran yang lebih nyata, terutama setelah adanya évaluasi terhadap pelaksanaannya di lapangan, terdapat beberapa hasil yang menggembirakan diantaranya: adanya peningkatan pendapatan, adanya penye­rapan tenaga kerja, adanya peningkatan kapasitas manajerial (petani, gapoktan, aparatir dan LKM).

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III