KIBS II, 19—22 Desember 2011

Gerakan Front Pemuda Sunda dan Perjuangannya di Jawa Barat

Ietje Marlina D.

Guru Besar di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran

Penelitian ini memberikan gambaran tentang keberadaan organisasi-organisasi/pergerakan  Pemu­­­da Sunda sekitar tahun 1952 yang bergerak dalam bidang sosial budaya, dan pada mulanya tidak bersifat politik.

Berdasarkan penemuan yang dilakukan penulis diketahui bahwa situasi politik pada waktu itu mendesak organisasi-organisasi tersebut memper­satukan diri agar dapat bergerak dalam satu wadah dengan tenaga yang lebih kuat.

Pada tanggal 17-18 Maret 1956, mengadakan kongres dan melahirkan Badan Musyawa-rah Pemuda Sunda (BMPS), untuk mempersatukan organisasi pemuda Sunda di bidang kebudayaan, dan Front Pemuda Sunda (FPS) yang khusus bergerak dalam bidang politik.

Tuntutan dari FPS, BMPS, dan Pemuda Sunda umumnya tidak lain daripada memperjuangkan kepentingan masyarakat Sunda dengan dasar pemikiran bahwa masalah kepentingan daerah, akhirnya harus menjadi pemikiran dan perjuangan rakyat daerah itu sendiri. Oleh karena itu, penulis menggunakan teori ketergantungan dari Theotonio Dos Santos yang menyatakan bahwa “ketergantungan ialah keadaan di mana kehidupan ekonomi negara-negara/ propinsi-propinsi tertentu dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara-negara/pemerintah pusat lain, sementara negara-negara/ propinsi-propinsi tertentu hanya berperan sebagai penerima akibat saja. Seperti yang terjadi pada daerah Jawa Barat yang nasibnya sedang diperjuangkan oleh para pemuda Sunda.

Akhir dari perjuangan FPS, yaitu penangkapan terhadap seluruh pimpinan “Dewan Komando Pemuda Sunda” dan “Front Pemuda Sunda”, mereka ditahan selama kurang lebih tiga tahun.

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III