KIBS II, 19—22 Desember 2011

Sunda Wiwitan dalam Dinamika Zaman

Ira Indrawardana

Dosen Antropologi FISIP Universitas Padjadjaran

Manusia Sunda sesungguhnya makhluk yang religious. Banyak cerita, mitos dan sejarah kepercayaan yang menjelaskan bahwa manusia Sunda diciptakan oleh Nu Ngersakeun, Gusti Nu Maha Tunggal atau Hyang Tunggal dari alam Kahiyangan atau Sawarga. Kepercayaan bahwa manusia Sunda berasal dari Kahiyangan ini memberikan suatu makna kesadaran bagi masyarakat Sunda masa lalu sebagai utusan Hyang Tunggal atau Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu berbuat dan berperilaku menata alam dan lingkungannya dalam hidup berdamping­an dengan makhluk-makhluk lainnya. Kesadaran menata alam oleh manusia Sunda masa lalu diterapkan dalam sistem kepercayaan dan dikemas dalam tata aturan adat istiadat dalam bentuk tradisi-tradisi lokal yang selanjutnya dikenal sebagai sistem kepercayaan Sunda Wiwitan. Keseluruhan tradisi manusia Sunda masa lalu itu pada pemaknaan sekarang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Namun demikian, tidak ada kebudayaan yang statis. Dalam hal ini, manusia dan kebudayaan Sunda, termasuk di dalamnya nilai-nilai kearifan lokal yang diwujudkan dalam tradisi-tradisi adat pun mengalami dinamika atau perubahan. Pengaruh kebudayaan luar Sunda, adanya dampak dari hubungan sosial dengan manusia dan masyarakat antarbudaya dan perubahan ekosistem secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak pada perubahan tersebut.

Bagaimana manusia Sunda selanjutnya mem­pertahankan kesadaran dan kepercayaan akan ajar­an, nilai dan norma-norma dalam kewajibannya menata alam, lingkungan dan berhubungan dengan sesama makhluk hidup lainnya? Sisa-sisa peninggalan sistem kepercayaan Sunda masa lalu atau yang dikenal dengan Sunda Wiwitan atau Jati Sunda berelaborasi dalam dinamika sosial dan kebudaya­an Sunda sesuai tantangan alam dan lingkungan masing-masing daerah atau komunitas. Masih adan­ya komunitas masyarakat-masyarakat adat Sunda, komunitas penganut penghayat kepercayaan Sunda sebagai salah satu bukti masih lestarinya nilai-nilai sistem kepercayaan Sunda Wiwitan atau Jati Sunda.

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III