Dosen Jurusan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Kristen Maranatha
Pada saat ini, pertunjukan tradisional Sunda kurang diapresiasi masyarakat Kota Bandung karena adanya pertunjukan modern yang lebih menarik. Akibatnya sulit untuk melakukan pengembangan dan pelestarian pertunjukan tradisional Sunda. Perubahan gaya hidup dan budaya masyarakat masa kini menyebabkan pertunjukan tradisional tidak lagi menjadi bagian hidup sehari-hari masyarakat, khususnya di kota besar seperti Bandung. Kualitas pengelolaan pertunjukan tradisional Sunda memang sangat bergantung pada kualitas manusianya, walaupun demikian kualitas ruang pertunjukannya pun menjadi hal yang penting. Selain kenyamanan yang diakibatkan segi fisik atau teknis bangunan, kenyamanan yang bersifat psikososial pun harus diperhatikan agar ruang pertunjukan yang digunakan cocok dengan karakter dan nilai-nilai dalam pertunjukan tradisional Sunda.
Penelitian dilakukan dengan cara melakukan studi literatur dan melakukan observasi lapangan di empat (4) ruang pertunjukan untuk masyarakat kota besar. Untuk mendapatkan konsepsi ruang pertunjukan yang ideal untuk pertunjukan tradisional Sunda, maka hasil temuan tersebut dianalisis secara interpretatif. Di dalam kajian penelitian ini selalu terdapat dua karakter bertentangan yang dibahas yaitu karakter modern dan tradisional. Kedua karakter tersebut dibahas dalam analisa mengenai masyarakat tradisional Sunda dan masyarakat modern Kota Bandung, ruang pertunjukan yang digunakan di dalam masyarakat modern kota besar, serta jenis pertunjukan tradisional Sunda.
Banyak kendala dalam pengadaan ruang pertunjukan yang ideal di Bandung, sedangkan di lain pihak karakter pertunjukan tradisional Sunda harus terfasilitasi oleh ruang pertunjukan yang ada. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap kondisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa ruang pertunjukan tradisional Sunda di Bandung harus memiliki fleksibilitas penataan ruang dan memiliki ruang pendukung yang dapat meningkatkan semangat berkesenian penggunanya. Ruang-ruang tersebut tidak hanya untuk memfasilitasi pelaksanaan pertunjukan, tetapi berfungsi juga sebagai tempat untuk berinteraksi bagi masyarakat Bandung. Hal ini dapat mendukung pelestarian dan pengembangan pertunjukan tradisional Sunda serta nilai-nilai budaya tradisional Sunda. Apabila hal-hal tersebut ada di dalam sebuah ruang pertunjukan tradisional Sunda, maka ruang pertunjukan tidak lagi hanya berfungsi sebagai ruang (space) yang hanya dipakai pada saat pertunjukan saja, namun bisa menjadi tempat (place) yang menjadi bagian hidup sehari-hari masyarakat Kota Bandung masa kini.