KIBS II, 19—22 Desember 2011

Estetika Sunda dan Implementasinya dalam Desain Kontemporer

Jamaludin

Dosen Jurusan Desain Interior , Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Nasional Bandung

Estetika adalah dasar dari penciptaan seni. Setiap karya seni adalah produk budaya masyarakat penciptanya yang memiliki konsep estetika sendiri yang lahir dari sistem kepercayaan dan kebudayaan masyarakat tersebut.Setiap karya seni, kriya atau desain yang diciptakan sekelompok masyarakat tidak hanya dalam hubungannya dengan aspek fungsi produk tersebut tetapi juga merupakan produk yang memiliki aspek simbolik yang berhubungan dengan kepercayaan termasuk kosmologi atau mitologi yang hidup di masyarakat tersebut.Arsitektur tradisional Sunda merupakan produk masyarakat Sunda pada zamannya yang memiliki kaitan dengan berbagai faktor seperti sistem kepercayaan, geografis dan lingkungan sosial.

Makalah ini membahas kerangka estetika dalam budaya Sunda dengan menggunakan sumber ungkapan dan peribahasa.Temuan tiga bentuk dasar yaitu persegi, lingkaran dan segitiga dan makna simboliknya dalam ungkapan dan peribahasa Sunda.Persegi terdapat dalam hirup kudu masagi, lingkaran dalam niat kudu buleud dan segitiga dalam bale nyungcung dan buana nyungcung.Ketiga bentuk dasar tersebut dapat dijadikan sebagai sumber baru bagi pengembangan desain kontemporer berbasis budaya Sunda termasuk di dalam arsitektur.Selain bentuk dasar, karakteristik geografis Tatar Sunda dan budaya masyarakatnya juga dapat dijadikan sumber kreativitas dalam perancangan desain kontem­porer.

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III