Peneliti Utama pada Balai Arkeologi Bandung
Anggota Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia-Komda Jabar-Banten
Kearifan lokal atau local wisdom merupakan istilah populér saat ini yang mengacu pada kemampuan masyarakat setempat dalam memelihara hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan budaya. Tidak dapat dipungkiri, saat ini banyak bencana alam terjadi karena telah hilangnya nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini dimiliki oleh masyarakatnya. Besar kemungkinan hal ini terjadi karena adanya intervénsi matérialistik sehingga nilai-nilai kearifan lokal yang sebelumnya mampu berfungsi sebagai poténsi adaptasi yang éféktif dalam merawat dan menjaga keseimbangan ini ada kemudian ditinggalkan.
Kearifan lokal merupakan pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai budaya lokal yang dapat dirasakan keberadaannya melalui kehidupan sehari-hari masyarakat karena hal ini merupakan bagian akhir dari pengendapan pengetahuan yang tanpa sengaja diwariskan secara turun-temurun di dalam satu masyarakat. Dari hasil pengamatan pada masyarakat tertentu yang tampak mapan dalam menghadapi bencana, tampak nilai-nilai kearifan lokal tersebut dapat disimpulkan sebagai énergi poténsial untuk mempertahankan dan mengembangkan lingkungan mereka. Dalam hal ini kearifan lokal yang meréka miliki tersebut dapat dipandang sebagai réspons terhadap dinamika lingkungan yang mereka tempati. Di Tatar Sunda nilai-nilai kearifan lokal tampak sudah tumbuh dan berkembang sejak masa prasejarah. Hal ini dapat ditemukan dalam berbagai éksprési budaya seperti mitologi, prasasti, simbol dan sistim kepercayaan dengan ritual dan monuménnya. Hal itu di antaranya dapat diamati di situs Pundén berundak Gunung Padang, Cianjur.