KIBS II, 19—22 Desember 2011

Gunung Padang Simbol Kearifan Lokal Masyarakat Masa Lalu di Tatar Sunda

Lutfi Yondri

Peneliti Utama pada Balai Arkeologi Bandung

Anggota Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia-Komda Jabar-Banten

Kearifan lokal atau local wisdom merupakan istilah populér saat ini yang mengacu pada kemampuan masyarakat setempat dalam meme­lihara hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan budaya. Tidak dapat dipungkiri, saat ini banyak bencana alam terjadi karena telah hilangnya nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini dimiliki oleh masyarakatnya. Besar kemungkinan hal ini terjadi karena adanya intervénsi maté­rialistik sehingga nilai-nilai kearifan lokal yang sebelumnya mampu berfungsi sebagai poténsi adaptasi yang éféktif dalam merawat dan menjaga keseimbangan ini ada kemudian ditinggalkan.

Kearifan lokal merupakan pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai budaya lokal yang dapat dirasakan keberadaannya melalui kehidupan sehari-hari masyarakat karena hal ini merupakan bagian akhir dari pengendapan pengetahuan yang tanpa sengaja diwariskan secara turun-temurun di dalam satu masyarakat. Dari hasil pengamatan pada masyarakat tertentu yang tampak mapan dalam menghadapi bencana, tampak  nilai-nilai kearifan lokal tersebut dapat disimpulkan sebagai énergi poténsial untuk mempertahankan dan mengembang­kan lingkungan mereka. Dalam hal ini kearifan lokal yang meréka miliki tersebut dapat dipandang sebagai réspons terhadap dinamika lingkungan yang mereka tempati. Di Tatar Sunda nilai-nilai kearifan lokal tampak sudah tumbuh dan berkembang sejak masa prasejarah. Hal ini dapat ditemukan dalam berbagai éksprési budaya seperti mitologi, prasasti, simbol dan sistim kepercayaan dengan ritual dan monuménnya. Hal itu di antaranya dapat diamati di  situs Pundén berundak Gunung Padang, Cianjur. 

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III