KIBS II, 19—22 Desember 2011

Kosmologia Sunda-Islam Drama "Mun-Tangan Alif" Karya Hidayat Suryalaga

Retno Dwimarwati

Dosen STSI Bandung, Mahasiswa Program Pasca Sarjana Kajian Budaya Universitas Padjadjaran

Naskah Mun-Tangan Alif adalah drama Sunda yang kental akan réligiusitas saat seseorang men­jalani tahap menuju Sang Pencipta. Perjalanan ini dilambangkan dengan tangga/makom menuju hidup sejati dengan nilai kebenaran Islami. Kosmologi Sunda dipahami melalui metu lawang manjing lawang, mi’raj menuju langit ke-tujuh hingga menyatu dengan Sang Maha Kuasa. Hidup harus berjuang meningkatkan derajat melalui kesadaran tentang sejarah dari mana dan hendak kemana diri kita dengan menjalani hidup secara Islam, iman, ihsanan, sholeh, sahadah, sidikiah, hingga dapat menjadikan Alif  sebagai pegangan/pamuntangan anak cucu agar sampai pada tujuan hidup sejati dengan karunia Sang Maha Pengasih dan Penyayang.

Réligiusitas Mun-Tangan Alif mengetengahkan kesadaran manusia akan keadaan dirinya sebagai hamba Allah dengan ketaatan, dan ikhtiar yang benar untuk selalu di jalanNya. Kesadaran akan siklus waktu dan perjuangan menuju derajat tertinggi memberikan pemahaman pada generasi muda  agar mencapai tujuan hidup sejati dengan nilai kebenaran, baik menurut Sunda maupun Islam.

Oleh karenanya naskah ini dapat memédiasi ke­sadaran masyarakat bagaimana menjadi o­rang Sunda dalam menggali, memahami, dan mengaplikasikan nilai kearifan lokal dalam kehidupan. Hidayat Suryalaga memahami kearifan local (local knowledge, local wisdom) sebagai sumber inovasi dan ketrampilan secara tepat, hingga menjadikannya sebagai agén peubah dalam memaknai dan  merévitalisasi kearifan local dalam tataran budaya global.[]

 

The script Mun-Tangan Alif is a Sundanese drama which is full of religiosity when one goes through the steps toward the Creator (God). These steps are symbolized by the phases/makom toward the real life with Islamic truth values. Sundanese cosmology is understood through metu lawang manjing lawang, mi’raj toward the seventh sky in order to unify with The Almighty. Life is a struggle to up grade the dignity toward awareness of the history of where we are from and where we are to by facing the life with islam, iman, ihsanan, sholeh, sahadah, sidikiah, so that Alif can become a guide/pamuntangan for the posterity to the true life with the blessing from The Most Merciful. 

The religiosity of Mun-Tangan Alif shows the human being’s consciousness of themselves as the God’s creation with obedience and appropriate efforts to be always in His ways. The awareness of time cycle and struggle for the highest degree gives the youth understanding to reach the true life with truth values, either in Sunda or Islam.

Therefore, this script can mediate the people’s consciousness of how to be Sundanese in exploring, understanding, and applying local wisdom in life. Hidayat Suryalaga considers local wisdom as the resource of innovation and skill appropriately, so that it can make him as agent of change in understanding and revitalizing local wisdom in the global culture.

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III