KIBS II, 19—22 Desember 2011

Bendungan di Tatar Sunda: Manfaat dan Mudharat

Sobirin

Koordinator Dewan Pakar, Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPLKLTS)

Bendungan adalah bangunan yang berupa urugan tanah, urugan batu, pasangan batu, atau beton, yang dibangun untuk menampung air, dan dapat pula untuk menampung lumpur atau limbah tambang. Sedangkan waduk adalah danau buatan yang terbentuk sebagai akibat dibangunnya bendungan. Pada dasarnya, bendungan beserta pengelolaan waduknya dimaksudkan untuk meningkatkan kemanfaatan fungsi sumber daya air, pengawétan air, penyediaan air baku, penyediaan air irigasi, pembangkit listrik, dan pengendalian banjir.

Diyakini manusia telah mulai merékayasa sungai dengan membangun bendungan sejak jauh beribu tahun Sebelum Maséhi, antara lain yaitu dengan ditemukannya situs bendungan Sadd Al-Kafara di Sungai Nil, di Kosheish, Mesir, yang diduga dibangun pada 4000 SM, untuk menyediakan air Kota Mémphis, ibukota Mesir Kuno. Namun bedungan ini hancur tak lama setelah selesai dibangun, karena tersapu oleh hujan besar dan banjir. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan air, bendungan mulai banyak dibangun sejak awal abad ke-18,  dan sampai saat  ini di seluruh dunia, jumlahnya telah mencapai 45.000 bendungan bahkan lebih. Di Indonésia, baik skala besar maupun skala kecil jumlahnya 1.252 bendungan, di antaranya  yang skala besar jumlahnya 284 bendungan.

Adapun di Tatar Sunda, yang dikenal sebagai wilayah yang secara alami banyak memiliki sumber air, yang ditandai dengan nama-nama lokasi berawalan kata “ci” yang artinya air,  terdapat sebanyak 20 bendungan, belum termasuk bendungan-bendungan skala kecil. Secara logika, Tatar Sunda ini tidak seharusnya memiliki banyak bendungan, apalagi yang berskala besar. Oleh banyak pihak, bendungan dianggap sebagai infrastruktur pendukung pembangunan, namun sebaliknya oleh pihak lain  ditentang,  karena menenggelamkan permukiman, menggusur penduduk, menenggelamkan lahan subur dan situs-situs sejarah budaya. Sebagai contoh kasus diuraikan mengenai kontrovérsi pembangunan Bendungan Jatigedé.

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III