KIBS II, 19—22 Desember 2011

Batu Mulia di Tatar Sunda, Potensi, Prospek, dan Permasalahannya

Sujatmiko

Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB )

Tatar Sunda yang meliputi beberapa wilayah kabupaten yaitu Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Bandung, Cianjur, dan Sumedang memiliki tatanan geologi yang sangat menunjang terhadap proses pembentukan dan akumulasi beragamjenis mineral dan batu mulia. Hal initidakterlepas daripengaruh kegiatan magma yang berlangsung terus menerus di  Jawa Barat khususnya Tatar  Sunda , dari sejak sekitar 32 juta tahun sampai sekitar 1 juta tahun yang lalu . Kegiatan magma tersebut terjadi di dua jalur utama yaitu jalur selatan pada periode Eosen Akhir-Miosen Awal (32-18 juta tahun yang lalu) dan jalur utara pada periode Miosen Akhir – PliosenAwal ( 12 – 1 juta tahun yang lalu ). Di jalur selatan yang lebarnya sekitar 50 km dan memanjang dari mulai Kabupaten Ciamis sampai Kabupaten Cianjur, potensi mineral dan batu mulianya ditemukan dalam Formasi Andesit Tua, sedangkan di jalur utara yang lebih muda, yang lebarnya sekitar 75 km,  potensi mineral dan batu mulia tersebut ditemukan dalam Formasi Bentang, yang seperti halnya Formasi Andesit Tua, tersusun dari  batuan gunung api jenis piroklastikdan lahar ( SoeriaAtmadja, dkk, 1991 ).

 Di kedua jalur magma tersebut, selain urat-urat kuarsa dan tudung-tudung silika berkualitas batu mulia, terdapat juga rekahan-rekahan dan sesar-sesar yang terisi mineral dan batu mulia. Beberapa kabupaten di Tatar Sunda  yang potensi batu mulianya telah terinventarisir cukup lengkap adalah Kabupaten Tasikmalaya,  Garut,  dan Bandung,  sedang­kan tiga kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Ciamis, Cianjur, dan Sumedang, karena belum dieksplorasi intensif, hanya  beberapa jenis batu mulia saja yang berhasil diinventarisir. Di antara keenam kabupaten tersebut, yang paling menonjol adalah Kabupaten Garut yang batu mulia unggulannya beranekaragam dan sangat dikenal di kalangan pedagang dan kolektor batumulia  seperti antara lain Krisopras Hijau, Krisokola Biru, Biduri Pancawarna, Biduri Tembaga, Permata Bergambar, dan lain sebagainya . Selain Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya m enjadi perhatian masyarakat luas sejak tiga tahun terakhir ini yaitu dengan ditemukannya Taman Jasper Merah berkualitas dunia di Kecamatan Panca Tengah  yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi kawasan Geowisata yang berdaya tarik wisata, baik untuk tingkat lokal, regional, nasional, ataupun internasional.

Makalah ini selain mengungkap potensi dan prospekbatu mulia di Tatar Sunda berikut temuan-temuan terbaru,  membahas juga permasalahannya menyangkut eksploitasi dan ekspor bahan mentah batu mulia yang  sejak lebih dari dua dasa warsa terakhir berlangsung dengan bebas tanpa kendali  dan pengawasan berarti . Beberapa upaya , rencana, dan harapan untuk menjadikan batu mulia di Tatar Sunda sebagai komoditas yang dapat menunjang program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja dibahas juga dalam makalah ini.

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III