KIBS II, 19—22 Desember 2011

Sajak Sunda dan Kritik Kebangsaan

Teddi Muhtadin

Ketua Jurusan Sastra Sunda, Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran

Masuknya sajak Sunda dalam khazanah sastra Sunda telah memicu polemik hingga dua kali, padahal génre cerita pendék dan novél diterima begitu saja. Tentu, ada sesuatu yang bermakna dari fenoména itu. Untuk memahaminya kemunculan sajak Sunda akan diletakkan dalam kontéks dinamika hubungan kesundaan dan keindonésiaan dékade 1950-an dan 1960-an.

Dibaca dalam kontéks kesundaan sajak Sunda bukan hanya bentuk atau média éksprési sastra yang baru, tetapi menjadi aréna pertarungan idéntitas: mana Sunda, mana bukan Sunda. Dibaca dalam kontéks keindonésiaan, sajak Sunda bukan hanya pengaruh dari sastra Indonésia, tetapi menjadi arena kritik atas perilaku berbangsa yang cenderung mengabaikan suku bangsa.

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III