Makalah ini bermaksud mengingatkan kembali tentang fungsi penca yang dapat digunakan sebagai media untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, khususnya insan Sunda dalam menyikapi berbagai perubahan. Apa yang akan terjadi pada abad informasi sekarang yang bahkan sudah mulai kita rasakan sejak beberapa tahun belakangan adalah bahwa semua negara di dunia seakan-akan tanpa sekat-sekat teritorial, sebab, tidak ada negara yang tidak bisa ditembus oleh arus informasi serta perangkat-perangkat teknologinya yang semakin hari semakin canggih.
Ketransparanan dunia oleh arus informasi inilah yang menyebabkan transformasi budaya negara yang satu ke negara yang lain terjadi sangat cepat dan tidak bisa ditolak. Kita semua menjadi saksi, bahwa pada kenyataannya, transformasi tersebut berjalan secara timpang. Negara-negara maju, melalui keunggulan teknologi informasinya lebih banyak mendesakkan nilai-nilai kebudayaannya kepada negara yang sedang berkembang. Sementara negara berkembang termasuk Indonesia tidak bisa melakukan hal yang sama karena lemahnya teknologi informasi yang dimiliki. Tidak akan terjadi masalah jika nilai-nilai kebudayaan yang masuk selaras dengan nilai-nilai budaya yang ada, yang dikhawatirkan adalah bahwa yang terjadi adalah penyebaran virus-virus budaya yang bertolak belakang dengan nilai-nilai luhur budaya kita.
Tanpa benteng budaya yang kokoh maka yang akan terjadi adalah terdominasinya pikiran kita oleh anggapan bahwa setiap hal yang berasal dan luar selalu mempesona dan selalu lebih baik. Untuk membendung hal-hal seperti ini, perlu diambil langkah-langkah sebagai upaya budaya balik (counter culture) terutama dengan penggalian dan pembangkitan kembali nilai-nilai tradisional, lalu memilah dan memilih unsur-unsur yang masih relevan yang setidaknya dapat menjadi filter terhadap hal-hal yang tidak selaras dengan budaya kita.
Yang patut kita persiapkan dengan sebaik-baiknya dalam menghadapi abad tersebut adalah insan-insan yang tangguh, sehat sejahtera, lahir dan batin. Beruntunglah mereka yang lahir dan atau tumbuh di Tatar Sunda karena budaya Sunda memiliki salah satu media yang tepat untuk dijadikan sarana penggemblengan diri untuk mencapai kondisi ini, yaitu Penca.