KIBS I, 22—25 Agustus 2001

Sebaran Situs Arkeologi di Jawa Bagian Barat: Tinjauan terhadap Dasar Konsepsi Keagamaan

Agus Aris Munandar

Penduduk yang menghuni wilayah Jawa bagian barat pada masa prasejarah agaknya telah cukup banyak. Berdasarkan peninggalannya dapat diketahui bahwa mereka tersebar di wilayah pantai, di tepi-tepi sungai, hingga daerah pedalaman yang bergunung-gunung. Mungkin jumlah penduduk itu pulalah yang telah menjadi salah satu alasan munculnya kerajaan pertama Nusantara di wilayah Jawa Barat, selain di pedalaman Kutai (Kalimantan Timur).

Maka pada sekitar abad ke-4 M berdirilah kerajaan Tarumanagara, suatu kerajaan yang bercorak kebudayaan India. Kerajaan itu telah meninggalkan bukti-bukti tertulisnya yang berupa prasasti dengan aksara Pallava. Berdasarkan temuan prasasti-prasastinya dapat pula diketahui bahwa kerajaan Tarumanagara berkembang di wilayah pantai utara Jawa bagian barat, hingga sedikit ke daerah pedalamannya. Sejarah kerajaan tersebut hingga keruntuhannya masih samar-samar, diharapkan kajian ini dapat membantu menjelaskannya.

Selanjutnya di Jawa Barat terjadi kekosongan sumber sejarah dalam waktu yang cukup panjang, hingga kemudian dari abad ke-11 terdapat prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Sri Jayabhupati di pedalaman selatan wilayah Jawa bagian barat. Banyak interpretasi tentang peranan raja ini di wilayah Jawa bagian barat. Prasasti-prasasti selanjutnya berasal dari antara abad ke-14 dan ke-15 M. Lokasi penemuannya tersebar di wilayah tenggara, timur laut, dan pedalaman Jawa Barat. Prasasti-prasasti itu dihubungkan dengan kerajaan Galuh dan Pajajaran. Namun mengacu pendapat sejumlah ahli, kerajaan yang berkembang pada masa itu hanyalah satu, yaitu kerajaan Sunda yang ibukotanya berpindah-pindah.

Kajian selanjutnya merupakan suatu tinjauan dan analisis keletakan sejumlah situs arkeologi peninggalan kerajaan-kerajaan tersebut. Berdasarkan tinjauan terhadap letak dan persebaran berbagai situs penting yang masih tersisa sekarang, diharapkan dapat dihasilkan suatu pengertian awal tentang perkembangan masyarakat Sunda Kuno dalam lingkungan kerajaan-kerajaan yang berkembang di Jawa Barat antara abad ke-4 hingga abad ke-15 M. Lewat kajian ini juga diharapkan dapat diperoleh hipotesis atau hanya merupakan asumsi yang membantu menjelaskan "masa-masa gelap" dalam sejarah kuno wilayah Jawa bagian barat.

Tanggal Penting

30 Oktober 2021

Batas Akhir Pengiriman Abstrak

17 Novémber 2021

Pengumuman Abstrak Terpilih

1 Desember 2021

Batas Akhir Pendaftaran Peserta

1—3 Désémber 2021

Pelaksanaan KIBS III