Masalah pewarisan budaya Sunda di tengah arus globalisasi memerlukan pembahasan yang lebih mendalam di kalangan para ahli dan praktisi, karena itu terasa mendesak untuk diselenggarakannya sebuah pertemuan yang membahas hal tersebut dan yang memberi kesempatan kepada para seniman, guru, birokrat, pemuka masyarakat Sunda, dan para wartawan mendengarkan dan memberikan pendapatnya di depan para ahli yang telah mempelajari dan mendalami bidang-bidang tertentu budaya Sunda. Karena banyak ahli yang mendalaminya itu orang asing, maka mereka patut diundang untuk memberikan pendapatnya.
Konferensi Internasional Budaya Sunda (KIBS) merupakan salah satu usaha untuk mengatasi persoalan mendesak itu. Karena itulah Yayasan Kebudayaan "Rancagé" menganggap perlu menyelenggarakan Konferensi Internasional Budaya Sunda (KIBS) yang akan membahas masalah kebudayaan dan pewarisannya secara mendalam yang melibatkan para ahli kebudayaan Sunda, termasuk para pakar dari luar dan dalam negeri, dan mengundang para seniman serta praktisi, para guru, birokrat, pemuka masyarakat, pemuka agama, wartawan, terutama para pemuda termasuk mahasiswa.
Penyelenggara berharap KIBS akan melahirkan pencerahan dan pemikiran tentang bagaimana supaya nilai-nilai dan keterampilan budaya tradisional Sunda yang ada jangan sampai kikis sama sekali, malah menjadi warisan generasi muda sehingga dapat memperkaya kehidupan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
KIBS diharapkan akan mampu membangkitkan kesadaran baru masyarakat mengenal dan menyadari arti kebudayaan tradisional Sunda dalam membangun dan memperkaya kehidupan kita sebagai bangsa dan bagaimana mewariskannya kepada generasi kemudian.